Jumat, 11 September 2020

TEORI PASAR MODAL

PASAR MODAL

                    


       Perusahaan yang membutuhkan dana dapat menjual surat berharganya di pasar modal. Pasar modal (Capital Market) adalah pasar keuangan untuk dana-dana jangka panjang dan merupakan pasar yang konkret. Mengapa pasar modal dijumpai dibanyak negara? Karena pasar modal menjalankan fungsi ekonomi dan keuangan. Dalam melaksanakan fungsi ekonominya, pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari lender ke borrower. Dengan menginvestasikan kelebihan dana yang mereka miliki, lenders mengharapkan akan memperoleh imbalan dari penyerahan dana tersebut. Sementara dari sisi borrowers tersedianya dana dari pihak luar memungkinkan mereka melakukan investasi tanpa harus menunggu tersedianya dana dari hasil operasi perusahaan. Fungsi keuangan dilakukan menyediakan dana yang diperlukan oleh para borrowers dan para lenders menyediakan dana tanpa harus terlibat langsung dalam kepemilikan aktiva riil yang diperlukan untuk investasi tersebut.

     Ada beberapa daya tarik pasar modal. Pertama, diharapkan pasar modal ini akan bisa menjadi alternatif penghimpunan dana selain system perbankan. Disetiap negara (umumnya di negara-negara dunia ketiga) system perbankan umumnya dominan sebagai system mobilisasi dana masyarakat. Bank-bank menghimpun dana dari masyarakat dan kemudian menyalurkan dana tersebut ke pihak-pihak yang memerlukan (sebagian besar perusahaan, tetapi juga memungkinkan juga individu) sebagai kredit. Kedua, pasar modal memungkinkan para pemodal mempunyai berbagai pilihan investasi yang sesuai dengan preferensi resiko mereka. Seandainya tidak ada pasar modal, maka para lenders mungkin hanya bisa menginvestasikan dana mereka dalam system perbankan (selain alternatif investasi pada real assets). Dengan adanya pasar modal, para pemodal memungkinkan untuk melakukan diversifikasi investasi, membentuk portofolio (yaitu gabungan dari berbagai investasi) sesuai dengan resiko yang mereka bersedia tanggung dan tingkat keuntungan yang mereka harapkan.

   Pasar modal juga memiliki peran:

  1. Memperbolehkan adanya partisipasi secara penuh terhadap kekayaan perusahaan bagi investor.

  2. Memungkinkan pemegang saham dan surat hutang untuk memperoleh likuiditas dengan menjual saham atau obligasi perusahaan ke pasar modal.

  3. Memperbolehkan perusahaan meningkatkan dana eksternal dalam rangka ekspansi aktivitas perusahaan.

     Dalam pasar modal yang diperjualbelikan adalah dalam bentuk surat berharga. Surat berharga yang baru dikeluarkan oleh perusahaan dijual di pasar primer (primary market). Surat berharga yang baru dijual dapat berupa penawaran perdana ke publik (initial public offering atau IPO) atau tambahan surat berharga baru jika perusahaan sudah going public (sekuritas tambahan ini sering disebut dengan seasoned new issue). Selanjutnya surat berharga yang sudah beredar diperdagangkan di pasar skunder (secondary market).

ð  Tipe lain dari pasar modal adalah pasar ketiga (third market) dan pasar keempat (fourth market). Pasar ketiga merupakan pasar perdagangan surat berharga pada saat pasar kedua tutup. Pasar ketiga dijalankan oleh broker yang mempertemukan pembeli dan penjual pada saat pasar kedua tutup. Pasar keempat merupakan pasar modal yang dilakukan institusi berkapasitas besar untuk menghindari komisi untuk broker. Pasar keempat pada umumnya menggunankan jaringan komunikasi untuk memperdagangkan saham dalam jumlah blok yang besar. Contoh pasar keempat ini misalnya Instinet dimiliki oleh Reuter yang menangani lebih dari satu milyar lembar saham tiap tahunnya.

ð  Factor – factor yng mempengaruhi keberhasilan pasar modal adalah :

·        >  Supply sekuritas

·        >  Demand Sekuritas

·       >  Kondisi politik dan ekonomi

·        > Masalah hukum dan peraturan

·         >Keberadaan lembaga yang mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal dan berbagai lembaga yang memungkinkan dilakukan transaksi secara efesien.

Ø          Produk-produk di Pasar Modal

1. Reksa Dana

   Reksa dana adalah sertifikat yang menjelaskan bahwa pemiliknya menitipkan uang kepada pengelola reksa dana (manajer investasi) untuk digunakan sebagai modal berinvestasi. Membeli reksa dana tidak ubahnya menabung. Bedanya surat tanda menabung tidak dapat diperjualbelikan, sedangkan reksa dana dapat diperjualbelikan. Keuntungan investasi reksa dana dapat dating dari tiga sumber yaitu deviden/bunga, capital gain, dan peningkatan nilai aktiva bersih (NAB). Untuk mendapatkan deviden, pemodal harus memilih reksa dana yang memiliki sasaran pendapatan.

2. Saham

   Saham secara sederhana didefenisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan kertas tersebut. Imbalan yang akan diperoleh dengan kepemilikan saham adalah kemampuannya memberikan keuntungan yang tidak terhingga. Tidak terhingga ini bukan berarti keuntungan investasi saham bisa sangat besar, tetapi tergantung pada perkembangan perusahaan penerbitnya. Bila perusahaan penerbit mampu menghasilkan laba yang besar maka ada kemungkinan para pemegang sahamnya akan menikmati keuntungan yang besar pula. Karena laba yang besar tersebut menyediakan dana yang besar untuk didistribusikan kepada pemegang saham sebagai deviden.

     Setiap tahun perusahaan akan menerbitkan laporan keuangan. Dalam laporan keuangan tersebut dapat dilihat pula besarnya keuntungan yang diperoleh perusahaan. Keuntungan tersebut digunakan untuk dua kepentingan yaitu : sebagai deviden dan laba ditahan yang digunakan untuk pengembangan usaha. Dengan kepemilikan saham juga pemilik saham akan memperoleh capital gain yang diperoleh bila ada kelebihan harga jual diatas harga beli.

3. Saham Preferen

   Saham preferen adalah gabungan (hybrid) antara obligasi dan saham bisaa. Artinya disamping memiliki karakteristik obligasi juga memiliki karakteristik saham bisaa. Karakteristik obligasi misalnya saham preferen memberikan hasil yang tetap seperti bunga obligasi. Bisaanya pula saham preferen memberikan pilihan tertentu atas atas hak pembagian deviden. Saham preferen memiliki karakteristik saham bisaa sebab tidak selamanya saham preferen bisa memberikan penghasilan seperti yang dikehendaki pemegangnya. Jika suatu ketika emiten mengalami kerugian, maka pemegang saham preferen bisa tidak menerima pembayaran deviden yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Pemegang saham preferen memang tidak menanggung resiko sebesar pemegang saham bisaa, namun resiko pemegang saham preferen lebih besar dibandingkan dengan pemegang obligasi. Ada dua alasan, pertama dalam situasi dimana emiten dinyatakan pailit dan melakukan likuidasi, hak pemegang saham preferen dalam pembayaran likuidasi urutannya ada dibawah pemegang obligasi. Kedua pemegang obligasi lebih terjamin dalam hal penerimaan penghasilan. Dalam keadaan bagaimana pun emiten obligasi harus membayar bunga obligasi.

4. Obligasi

   Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman. Pada dasarnya memiliki obligasi sama persis dengan memiliki deposito berjangka. Hanya saja obligasi dapat diperdagangkan. Obligasi memberikan penghasilan tetap, yaitu berupa bunga yang dibayarkan dengan jumlah yang tetap pada waktu yang telah ditetapkan.

Disamping menghadapi resiko perkembangan suku bunga yang sulit dipantau, pemegang obligasi juga menghadapi resiko kapabilitas (capability risk), yaitu pelunasan sebelum jatuh tempo. Sebelum obligasi ditawarkan di pasar, terlebih dahulu dibuat peringkat oleh badan yang berwenang. Rating tersebut disebut sebagai credit rating yang merupakan skala resiko dari semua obligasi yang diperdagangkan. Skala ini menunjukkan seberapa aman suatu obligasi bagi pemodal.

5. Waran

   Waran adalah hak untuk membeli saham bisaa pada waktu dan harga yang sudah

ditentukan. Bisaanya waran dijual bersamaan dengan surat berharga lainnya, misalnya obligasi atau saham. Penerbit waran harus memiliki saham yang nantinya dikonversi oleh pemegang waran. Namun setelah obligasi atau saham yang disertai waran memasuki pasar baik obligasi atau saham maupun waran dapat diperdagangkan secara terpisah. Waran dapat juga ditukar dengan saham. Piliha terhadapa alat investasi ini karena kemampuannya memberikan penghasilan ganda, terutama waran yang menyertai obligasi. Karena disamping akan mendapatkan bunga obligasi kelak setelah waran dikonversi menjadi saham akan mendapatkan deviden atau capital gain.

6. Right Issue

   Right issue merupakan hak bagi pemodal membeli saham baru yang dikeluarkan emiten. Karena merupakan hak, maka investor tidak terkait untuk membelinya. Ini berbeda dengan saham bonus atau deviden saham, yang otomatis diterima oleh pemegang saham. Right issue dapat diperdagangkan. Pilihan terhadap investasi ini karena kemampuannya memberikan penghasilan yang sama dengan membeli saham, tetapi dengan modal yang lebih rendah. Bisaanya harga saham hasil right issue lebih murah dari saham lama. 


     PENAWARAN PERDANA KE PUBLIK

   Pada saat ini perusahaan harus menentukan untuk menambah modal dengan cara utang atau menambah jumlah dari pemilikan dengan menerbitkan saham baru. Jika saham akan dijual untuk menambah modal, saham baru dapat dijual dengan berbagai macam cara sebagai berikut :

1. Dijual kepada pemegang saham yang sudah ada.

2. Dijual kepada karyawan lewat ESOP (employee stock ownership plan)

3. Menambah saham lewat deviden yang tidak dibagi (deviden reinvestment plan).

4. Dijual langsung kepada pembeli tunggal (bisaanya investor institusi) secara privat (private placement).

5. Ditawarkan kepada publik.

            Pasar modal juga merupakan salah satu cara bagi perusahaan dalam mencari dana dengan menjual hak kepemilikan perusahaan kepada masyarakat. Perkembangan pasar modal di Indonesia sendiri mengalami peningkatan yang sangat pesat terutama setelah pemerintahan melakukan berbagai regulasi di bidang keuangan dan perbankan.

            Pasar modal memberikan berbagai alternatif untuk para investor selain berbagai investasi lainnya, seperti: menabung di bank, membeli tanah, asuransi, emas dan sebagainya. Fungsi Pasar modal juga sebagai penghubung antara investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah. Penghubung pasar modal biasanya melalui perdagangan instrumen jangka panjang, seperti surat berharga yang meliputi surat pengakuan utang, surat berharga komersial (commercial paper), saham, obligasi, tanda bukti hutang, waran (warrant), dan right issue.

·         Fungsi Pasar Modal

 1. Menambah Modal Usaha

 2. Pemerataan Pendapatan

 3. Sarana Peningkatan Kapasitas Produksi

 4. Sarana Menciptakan Tenaga Kerja

 5. Sarana Meningkatkan Pendapatan Negara

 6. Indikator Perekonomian Negara

·         Jenis-Jenis dan Manfaat Pasar Modal

 Adapun jenis-jenis dari pasar modal antara lain:

· Pasar Perdana (primary market/initial public offering)

Pasar perdana adalah salah satu jenis pasar modal, tempat melaksanakan penawaran efek oleh indikasi penjamin emisi dan agen penjualan terhadap para investor publik.

· Pasar Sekunder (secondary market)

Pasar sekunder adalah tempat efek-efek yang telah dicatat pada bursa efek diperjualbelikan. Pasar sekunder menawarkan sebuah kesempatan pada para investor untuk membeli atau menjual efek-efek yang sudah tercatat di bursa, setelah terlaksana penawaran perdana. Pada pasar ini efek-efek diperdagangkan dari satu investor-investor lainnya.

  Manfaat Pasar Modal

  Manfaat dari pasar modal secara umum, adalah sebagai berikut:

 - Menjadi penyedia sumber pembiayaan (dalam jangka panjang) untuk dunia usaha  dan juga sangat memungkinkan alokasi dana dengan optimal

 -Memberikan wahana investasi yang banyak untuk investor sehingga sangat mungkin untuk melaksanakan divesifikasi. Alternatif investasi untuk memberikan potensi penghasilkan dengan tingkat risiko yang bisa diperhitungkan

 -Menjadi penyedia leading indicator untuk perkembangan perekonomian suatu negara. Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai pada lapisan masyarakat menengah.

Ø  Peran dan Struktur Pasar Modal dalam Perekonomian Nasional

· Berperan sebagai intermediasi (lembaga perantara) keuangan selain bank

· Memungkinkan para pemodal berpartisipasi pada kegiatan bisnis yang menguntungkan (investasi)

· Memungkinkan kegiatan bisnis mendapatkan dana dari pihak lain dalam rangka perluasan usaha (ekspansi)

· Memungkinkan kegiatan bisnis untuk memisahkan operasi bisnis dan ekonomi dari kegiatan keuangan

· Memungkinkan para pemegang surat berharga memperoleh likuiditas dengan menjual surat berharga yang dimiliki kepada pihak lain.

Struktur Pasar Modal

   Struktur pasar modal di Indonesia yang paling tinggi terletak pada Menteri Keuangan yang menunjuk OJK (Otoritas Jasa Keuangan) adalah lembaga pemerintah yang memiliki tugas untuk melaksanakan pembinaan, mengatur dan mengawasai sehari-sehari pasar modal dengan tujuan mewujudkan terciptanya aktivitas pasar modal yang teratur, wajar, efisien dan juga melindungi kepentingan masyarakat pemodal.

  > SAHAM

             Bermain Saham di Masa Resesi, Siapa Takut? - Modalku

                                                         ⇊

Apa itu Saham?

    Saham adalah surat yang menjadi bukti seseorang memiliki bagian modal suatu perusahaan. Seseorang yang memiliki saham memiliki hak atas sebagian aset perusahan. Sebagai contoh, jika perusahaan menerbitkan 1000 lembar saham dan seseorang memiliki 200 lembar saham di perusahaan tersebut, maka orang tersebut sebenarnya memiliki 20% kepemilikan aset di perusahaan tersebut. Pemegang saham mayoritas akan memiliki hak kendali atas suatu perusahaan.

Pemilik saham juga memiliki hak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya. Perolehan dividen ini biasanya tergantung keuntungan dari perusahaan tersebut dan telah diatur sesuai dengan anggaran dasar perusahaan.

Penerbitan saham merupakan salah satu cara perusahaan untuk mendapatkan dana segar atau modal untuk pengembangan bisnis secara jangka panjang. Saham sendiri dapat diperjualbelikan melalui Bursa Efek dengan harga yang berubah-ubah sesuai kondisi perusahaan dan juga kondisi ekonomi.

Jenis-jenis Saham

    => Saham biasa

Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen, Lebih Menguntungkan yang Mana? -  Saham Milenial

   Saham biasa ialah sebuah piagam atau  sertifikat yang memiliki fungsi sebagai bukti adanya kepemilikan suatu  perusahaan termasuk aspek-aspek yang penting dalam perusahaan.

   Pemilik saham akan mendapatkan hak dalam mendapatkan beberapa dari keuntungan tetap atau biasa dikenal dengan deviden dari perusahaan tersebut dan mempunyai kewajiban menanggung resiko kemungkinan akan kerugian yang dialami perusahaan tersebut.

    => Saham preferen

Apa perbedaan saham biasa, saham preferen dan surat utang dalam hal hak  suara?

   Saham preferen merupakan surat berharga yang dijual oleh pihak perusahan dengan menunjukan  nilai nominal (rupiah, dolar, yen dan sebagainya) dimana bisa memberi  perkembanganya berbentuk pendapatan yang tetap berupa deviden yang akan diperoleh setiap tiga bulan (kuartal).

Saham preferen adalah adanya hal lebih  untuk pemegang saham dibandingkan dengan kepemilikann saham biasa.

Cara Membeli Saham

Terdapat dua jenis saham yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock).

Pada umumnya memberikan hak atas pemilik saham untuk memberikan suara pada suatu pengambilan keputusan. Pemilik saham juga mendapatkan prioritas untuk didahulukan ketika perusahaan menerbitkan saham baru.

Pada umumnya tidak memberikan hak kepada pemegang saham untuk memberikan suara saat pengambilan keputusan, namun pemegang saham mendapatkan prioritas yang lebih tinggi terhadap aset dan penghasilan. Misalnya, pemegang saham preferen akan mendapatkan dividen lebih dulu dibanding pemegang saham biasa.

Di Indonesia, untuk membeli saham seseorang harus mendaftar menjadi investor terlebih dahulu pada perusahaan efek dengan membayarkan sejumlah uang sebagai deposit. Perusahaan efek yang dimaksud dalam hal ini yaitu Bursa Efek Indonesia (IDX). Cara lain untuk membeli saham adalah melalui pialang saham.

Terdapat jumlah minimal pembelian saham dalam Bursa Efek Indonesia yaitu sebesar 1 lot atau 100 lembar. Jadi, semisal harga 1 lembar saham adalah senilai Rp3.710, maka investor memerlukan modal sebesar 100 x Rp3.710,- = Rp. 371.000,-.

Contoh Soal dan Jawaban

PT Raja Sanjaya menetapkan kebiakan deviden tahunan sebesar Rp 216,- per  saham biasa untuk selamanya (dengan kata lain, tidak ada pertumbuhan deviden). Saaat ini saham PT Raha Sanjaya diperdagangkan di bursa efek dengan harga Rp 1.350,- per saham. Anda bermaksud memagang saham tersebut untuk selamanya. Dengan required rate of return sebesar 18& apakah berinvestasi pasa daha, ini cukup menguntungkan?

Jawab :              Vs    = D/ks

                                    = Rp 216 / 0.18

                                    = Rp 1.200,- per saham

Persentase return    =  Deviden tahunan/cost

                                    = Rp 216 / 1.350 x 100%

                                    = 16

Ternyata persentase return juga lebih rendah dari required rate of return. Keputusan berada ditangan anda untuk berinvestasi atau tidak

 TABEL PERBEDAAN SAHAM BIASA DAN SAHAM PREFERUN

Referensi

-https://m.liputan6.com/citizen6/read/3921829/fungsi-pasar-modal-dan-peran-dalam-perekonomian-nasional?utm_source=Mobile&utm_medium=copy-link&utm_campaign=Share_Hanging.

https://khanfarkhan.com/perbedaan-serta-contoh-saham-preferen-dan-saham-biasa/



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERILAKU INVESTOR

Assalammualaikum teman" diblog sebelumnyaa aku sudah membahas apa itu investasi,bagaimana caranya berinvestasi , apa itu psar modal, si...